oleh

Tumpangi Speed Boat , Kepala Samsat Halsel Lolos dari Pengawasan Tim Gustu

LABUHA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menegaskan larangan Mudik bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemda Halsel yang akan merayakan Hari Raya Idul fitri di luar Daerah guna memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS dilingkup Pemkab Halsel yang telah terlanjur berpergian keluar daerah baik itu ke Kota Ternate dan ke kota-kota lainnya, bakal kena sanksi berupa Karantina selama 14 hari jika nanti balik ke Kabupaten Halmahera Selatan.

Lain halnya dengan Kepala Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Fikri Abusama beserta satu Kepala Seksi Bidang Penagihan, Iwan M. Ratuela.

Informasi yang dihimpun, Jum’at (29/5), Keduanya dari Kota Ternate tujuan Labuha ( Halsel) menggunakan speed boat Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku Utara (Malut).

Untuk menghindar dari pemeriksaan tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Halmahera Selatan, Speed Boat Dinas PUPR yang ditumpangi tersebut memilih pelabuhan Desa Indomut Kecamatan Bacan pada Kamis, (28/5) sore kemarin sekira pukul 18:00 WIT,.

Sementara Sekertaris Tim Gugus Tugas Kabupaten Halmahera Selatan, Daud Djubedi saat dikonfirmasi Via Telpon mengatakan, Kami sudah memiliki Komitmen, jika tidak memiliki surat Tugas dan atau surat dokumen kesehatan tidak bisa masuk ke Halmahera Selatan. Dan kalaupun memiliki surat tugas dan surat kesehatan Namun, tetap di Karantina selama 14 hari di Rumah Susun (Rusunawa) Desa Panambuang Kecamatan Bacan Selatan.

“Yang Jelasnya kita sudah Komitmen, yang dari Ternate harus mempunyai surat tugas dan atau memiliki surat kesehatan. Sekalipun memiliki surat tugas dan surat dokumen kesehatan Namun, tetap di Karantina selama 14 hari di Rusunawa,” ungkap Daud.

Mantan Kabag Humas ini berjanji akan berkoordinasi dengan tim operasi gugus tugas Covid-19 Halsel terkait informasi ini. (BR)

Komentar