oleh

Tutup Akses, Wali Kota Tikep: Jalur Darat Diberlakukan Buka Tutup

TIDORE – Penutupan sementara akses transportasi laut dan darat di wilayah Kota Tidore Kepulauan guna mencegah penyebaran coronavirus (Covid), yang direncanakan ditutup selama 14 hari mulai tanggal 14 hingga 27 Mei 2020 itu mendapat dukungan dari jajaran perhubungan Kota Ternate, Tidore dan Provinsi.

Hal itu terungkap dalam rapat antara tim Gugus Tugas Tikep bersama Kepala Balai dan Transportasi Wilayah 24 Maluku Utara, Kadis Perhubungan Kota Ternate, KSOP Ternate, Kepala cabang ASDP Ternate, KUPP Soasio dan GM ALP Ternate, Kadis Perhubungan Tikep, Kadis Kominfo, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kepala Bagian Protokol terkait persiapan penutupan jalur transportasi laut dan darat ke wilayah Tikep selama 14 hari yang berlangsung di aula Sutan Nuku Tidore, Senin (11/5/2020).

Rapat tersebut dipimpim langsung Wali Kota Tikep Capt. Ali Ibrahim selaku Ketua gugus Tugas Covid-19. Dalam kesempatan itu, Capt. Ali menyampaikan, semua jalur laut dari dan ke Tidore ditutup kecuali rute Ternate-Sofifi yang merupakan kewenangan dari Gubernur karena termasuk dalam wilayah kerja Propinsi.

“Untuk kapal pelayaran Ferry tetap akan dibuka untuk rute Ternate-Tidore dan Ternate-Gita, karena akan dikhususkan untuk pengangkutan logistic. Sementara untuk jalur darat akan diberlakukan sistem buka tutup dengan waktu operasi pada pukul 06.00 – 22.00 WIT,” katanya.

Sementara itu, Anton General Meneger PT. Persero menyampaikan dukungan dan apresiasi atas sikap yang diambil Pemkot Tikep. Hanya saja terkait mobilisasi pegawai PT Persero selama masa penutupan jalur darat di Tikep. Ia menyarankan perlu dipertimbangkan oleh Pemkot.

Menjawab kekhawatiran itu, Wali Kota menjelaskan, pada masa lockdown nanti penumpang yang bisa menaiki Ferry akan dibatasi, khusus bagi pegawai swasta, ASN dan TNI/Polri harus memiliki surat perintah tugas dari instansinya masing-masing, serta memiliki surat keterangan sehat.

“Hal tersebut berlaku untuk warga Kota tidore yang bertugas di Ternate maupun pegawai Tikep yang berdomisili di Ternate. Sementara untuk anggota TNI / Polri yang berdomisili di Ternate, Pemkot menyediaakan asrama kurang lebih untuk 50 anggota. Hal ini penting demi melindungi 110 ribu jiwa masyarakat Tidore dari terpaparnya virus covid-19. Sementara untuk truk pengangkut logistik hanya berisikan 1 orang supir dan 2 orang pembantu supir atau kenek,” terangnya.

Ia juga meminta dukungan dari semua pihak terkait penutupan jalur transportasi laut dan darat ke wilayah Tikep selama 14 hari. (Anty)

Komentar