oleh

Wakapolda dan Dandrem 152 Babullah Gelar Rapat Anev Giat Posko Penanganan Bencana

Wakapolda Malut, Kombespol Lukas Akbar Abriari dan Dandrem 152 Babullah, Kolonel Endro Satoto (Foto:Humas/lintasmalut.co.id)

HALSEL – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Provinsi Maluku Utara (Malut), Kombespol Lukas Akbar Abriari dan Dandrem 152 Babullah, Kolonel Endro Satoto menggelar rapat Anev hari ke-9 giat posko penanganan bencana di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Selasa (23/7/2019) pukul 20.30 WIT.

Rapat Anev hari ke-9 giat posko penanganan bencana tersebut dipimpin langsung Wakapolda dan Dandrem 152 Babullah.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Dir Samapta Polda Malut Kombes Pol Iwan Imam Susilo, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Malut AKBP Yohanes Jalung Siram, Kasubbid Gakkum Dit Polair Polda Malut Kompol Erwin Irawan, Kasi Ops Korem 152 Babullah, Kasi Log Korem 152 Babullah, Pasitel Korem 152 Babullah, Denkes Korem 152 Babullah, Denhub Korem 152 Babullah dan LO BNPB Pusat.

Rapat yang dilakukan dalam rangka membahas terkait pendistribusian logistik menggunakan Kapal Uki Raya 05 menuju Desa gane dalam, Desa kurunga, Desa yomen dan desa jibubu.

Selain menggunakan kapal, Helikopter EC 155 Dauphin digunakan menuju Desa awis, Desa Papaceda, Desa gane luar, Desa kuwo dan Helikopter MI-8 menuju Desa sekli, Desa yamli dan Desa gane luar sementara Kapal Mitra dengan tujuan Desa gane dalam, Desa kurunga, Desa yomen dan Desa liboba hijrah.

Suasana Rapat

Wakapolda menuturkan, pembangunan MCK di lokasi pengungsian akan di prioritaskan sehingga dapat dijadikan strategi dalam mengurangi jumlah pengungsi.

“Pembangunan MCK difokuskan di sarana publik yang tidak jauh dari tempat pengungsian sehingga pengungsi tidak melekat di tempat pengungsian dan nantinya MCK dapat digunakan dikemudian hari,”tuturnya.

Sementara Danrem 152 Babullah mengatakan, belum maksimalnya pendistribusian alat penyaringan air di tempat pengungsian serta giat dari tim Sky Volunteer karena terkendala cuaca.

“Adanya miss komunikasi terkait pendistribusian bahan bantuan yg akan menggunakan Kapal Uki Raya dikarenakan BBM yang tidak mencukupi serta cuaca yg buruk sehingga distribusi bahan bantuan ke desa-desa yang membutuhkan bahan bantuan logistik tidak berjalan dengan maksimal,” katanya.

“Telah dilakukan evakuasi terhadap seorang anak berusia 1,5 tahun yg mengalami luka di bagian dubur sehingga perlu dirujuk ke RSU Gatot Subroto untuk dilakukan operasi,” sambungnya. (Alan)

Komentar