oleh

Wakil Wali Kota Tikep dan Kepala BPBD Dipolisikan

-HUKRIM-67 views
Aprima Tampubolon korban pengeroyokan dengan STPL Polisi (Foto:Alan/lintasmalut.co.id)

TERNATE – Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Muhammad Sinen dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dilaporkan ke Polres Tidore oleh Aprima Tampubolon (Korban) atas kasus pengeroyokan, Selasa (9/7/2019) pukul 10.30 WIT.

Surat Tanda Penerimaan Laporan Polisi nomor : STPL/23/VII/2019/Malut/Res Tidore Kepulauan yang dikeluarkan oleh Briptu Syadat Alkatiri selaku anggota Jaka SKPT Polres Tidore.

Korban menjelakan, dirinya ingin bertemu dengan Wali Kota Capt Ali Ibrahim dengan tujuan untuk menyampaikan keluhan ketika hujan dilingkungan 7 Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan langganan banjir.

“Masalahnya itu banjir dilingkungan saya ketika hujan lebat, dilingkungan saya itu ada sekitar 10 rumah lebih, jadi ini sudah langganan. Sebelumnya saya lapor di Pak RT dari RT sama-sama kita ke Kelurahan, setelah beberapa minggu saya ke kantor camat kemudian ke BPBD tapi tidak ketemu kepala hanya stafnya setelah dari situ saya langsung ke kantor Wali Kota,”jelasnya kepada awak media dikediamannya, Selasa (9/7/) pukul 18.35 WIT.

Sampai di kantor Wali Kota. Sambung Korban, langsung menuju ke lantai dua dan langsung bertemu dengan Sespri Wali Kota kemudian Sespri menyuruh menunggu dan menulis buku tamu.

“Saya masuk dengan standar yang ada, saya lapor di pos jaga, pos jaga arahkan naik diruangan wali kota ketemu sespri untuk lapor, setelah itu saya lakukan semua disuruh ke ruang tunggu karena bapak ada rapat jadi saya tunggu,”ujarnya.

Korban menyebut, setelah itu melihat walikota keluar dari ruangan dan dirinya mengejar untuk menanyakan kepada Sespri apa sudah bisa bertemu ? kemudian adu mulut dan saling dorongpun terjadi.

“Berberapa lama kemudian pak wali keluar dengan sendal, saya pikir ini tidak mungkin karena rapat. Dia masuk lagi baru saya menyusul tapi bukan sapa pak wali saya ketemu dengan sespri baru saya bilang pak sudah bisa ketemu dengan pak wali, namun kata sespri pak wali lagi sibuk dan tidak ada waktu yang pasti untuk bertemu disitu langsung terjadi cekcok dan saling dorong,” ungkapnya.

Korban yang juga menantu Wakapolres Ternate itu menambahkan, tidak lama kemudian ASN bersama Kepala BPBD keluar dari ruangan rapat, adu mulut saling dorong mendorong berlangsung dan Wawali pun datang dengan nada keras hingga terjadi pengeroyokan.

“Mereka berdua (Muhammad Sinen/red) dan kepala BPBD nadanya sudah tinggi tidak tau karena kenapa kepala BPBD dia maki saya pokoknya kata-kata kasar yang keluar dan (dorang) mereka berdua dua sudah bersuara kasar akhirnya ASN yang mungkin staf-stafnya keroyok saya, pukul dan tendang,”ujarnya.

Pada saat dikeroyok, Korban sedang bersama anaknya inisial RJ (4).“Saya minta pertanggungjawaban karena mental anak saya terganggu,”tandasnya.

Korban berharap, dengan laporan tersebut Wawali dan Kepala BPBD dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.“laporannya supaya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya. (Alan)

Komentar