oleh

Walikota Tikep Janji Selesaikan Tapal Batas Usai Pileg dan Pilpres

Wali Kota Tikep Kapten Ali Ibrahim (foto/ist/Alan)

TIDORE – Walikota Tidore Kepulauan Capt Ali Ibrahim berjanji menyelesaikan masalah tapal batas di dua Desa, yakni Desa Tuluy dan Desa Toseho Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Provinsi Maluku Utata (Malut) setelah Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

“Sisa menunggu waktu karna saya juga sibuk Sultan juga sibuk Insa Allah setelah pemilihan kami sudah mengambil langkah dan panggil semua baik dua Kepala Desa dan saya menghimbau kepada mereka ini tahun politik bahkan kita memgetahui semua kita harus bisa sabar setelah 17 april saya dengan Sultan untuk bisa menyelasikan karna Sultan juga calon.” Ungkap Kaptem Ali Ibrahim, saat menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan Bintara Polri SPN Polda Malut tahun 2018 – 2019 di sofifi senin (4/3/2019) Pukul 13.00 WIT.

Ali Ibrahim juga mengatakan, pihaknya sudah berkerjasama dengan pihak Kepolisian agar menjaga keamanan dan menghimbau kepada warga dua Desa saat ia melakukan kunjungan kerja (Kuker) agar senantiasa menjaga situasi dan kondisi yang aman dan menunggu waktu sebab dirinya dan Sultan Nuku Husain Sjah saat ini sedang sibuk menghadapi tahun politik.

Sementara itu Ketua Pergerakan Mahasiswa Oba (Pergemo) Sartono Halek dan warga Desa Tuluy menduga hal tersebut sudah menjadi kepentingan politik jika penyelesaian tapal batas dua Desa tersebut menunggu hingga momen Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 selesai,

“Untuk upaya apa yang disampaikan Pak Wali soal stegmennya untuk menyelesaikan tapal batas ini selesai momen pemilihan, dugaan kami jangan sampai ini kemudian di bungkus dengan kepentingan politik sehingga terkesan hal ini kemudian tidak di selesaikan dan biarkan berlarut larut, kami juga meminta kepada Walikota Tidore agar secepatnya menyelesaikan,” Ujarnya.

Sartono juga mengatakan, tim dari pemkot tikep yang nantinya akan menyelesaikan ataupun menyelidiki masalah tapal batas itu sudah dibentuk namun sampai saat tidak ada kepastian dan penyelesaian,

“Katanya ini sudah dibentuk tim untuk menyelesaikan ataupun menyelidiki terkait soal tapal batas ini. Loh kenapa harus tunggu lagi selesai momentum pemilihan apak ada hal hal lain sehingga mengganjal,” Ungkap Sartono saat dihubungi via telepon seluler. (Alan)

Komentar