oleh

Warga Bacan Panik dan Mengunsi Meyusul Adanya isu Tsunami

Suasana Warga Labuha Kecamatan Bacan Saat Mengunsi

HALSEL, Lintasmalut.net – Warga Pesisir pantai Labuha Kecamatan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Sabtu malam, panik dan mengungsi setelah menerima kabar akan terjadinya tsunami, setelah diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2, pada 78 km Barat Laut Halmahera Selatan Sabtu (5/1/2019)

Kepanikan warga muncul karena adanya Gempa Bumi rentetan menguncang Wilayah Halsel, sejak pagi hingga malam, sebanyak 24 kali gempa bumi, serta dikabarkan bahwa atas gempa tersebut akan terjadi tsunami.

“Semua warga diseputaran pantai Labuha mengungsi ke dataran tinggi, terutama anak-anak dan emak-emak. meskipun ada yang masi bertahan tapi itu sebagian kecil, Kata dia, “titik pengungsian, meliputi Desa Hidayat, Kampung Makian, Papaloang, Marabose dan Desa Wayamiga, ungkap Sabri Samsudin sala satu warga Labuha saat dihubingi Media ini, (5/1/2019) Sabtu malam.

Sabri, juga menuturkan, sebagian warga memilih untuk mengunsi di Mesjid Raya, Gedung DPRD, Kantor DPC PKS Hal-Sel dan Kantor Pariwisata Pemuda dan Olahraga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halsel, Syamsi Subur, mengatakan, seluruh warga pesisir Labuha, ibu kota kabupaten, memilih mengungsi karena gempa susulan yang terjadi sejak pagi hingga malam.

“Meski sudah imbau bahwa gempa tersebug tidak berpotensi tsunami, namun warga, lebih memilih mengungsi karena berbagai informasi kejadian isu tsunami yang melanda Indonesia akhir tahun kemarin mau pun diawal tahun ini,” kata Syamsi

Pada hal kata dia, atas imbauan itu agar warga tetap waspada dan jang mudah percaya isu tsunami, karena sejauh ini dari pihak BMKG hanya mengatakan tidak.berpotensi tsunami dan belum ada Kewaspadaan dampak gempa tersebut.

“sejauh ini kami belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan dan korban jiwa,”tutupnya. (rdx)

Komentar