oleh

Warga Desa Hoku-Hoku Minta Pemkab Halbar Selesaikan Tapal Batas

Suasana pertemuan warga Desa Hoku-hoku dengan Kepala Pemerintahan Halbar, Ramli Naser (Foto:Jojo/lintasmalut.co.id)

JAILOLO – Warga Desa Hoku-Hoku Kie, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mendatangi kantor Bupati Halbar. Kedatangan warga tersebut dengan maksud untuk meminta Pemkab Halbar segera menyelesaikan tapal batas wilayah antara Desa Hoku-hoku dengan Desa Acango.

Pasalnya, beberapa hari yang lalu Pemerintah Desa (Pemdes) Acango memasang bendera pelagi masuk dalam wilayah Desa Hoku-hoku.

Kedatangan warga kurang kebih 20 orang itu di sambut baik oleh Pemkab Halbar dalam hal ini Kepala Bagian Pemerintahan, Ramli Naser dan Camat Jailolo Hairudin Saifudin dan langsung diadakan pertemuan diruang Asisten II. Wargapun menyampaikan tujuan mereka terkait dengan tampal batas wilayah anatra Desa.

“Kedatangan kami ini ingin mempertanyakan status tapal batas atara desa Hoku-hoku, karena pemasangan bendara pelagi ini sudah masuk dalam wilayah desa kami. Perlu diketahui bahwa kami juga merupakan desa adat suku Sahu sebab sejak jaman Kesultanan Ternate, Desa Hoku-hoku Kie sudah ada pemerintahannya,” ungkap Ketua tapal batas Desa Hoku-Hoku Kie, Alber Panawa dalam pertemuan, Rabu (7/8).

Alber juga menegaskan, apabila dalam waktu dekat Pemkab Halbar tidak melakukan penyelesaian persoalan ini maka pihaknya akan turun ke Jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa.

“Kalau hal ini tidak di indahakan, maka kami akan melakukan aksi untuk meminta kepada DPRD agar bisa menyelesaikan permasalahan tapal natas ini,” tegasnya.

Sementara Kaban Pemerintahan Halbar, Rambli Naser mengatakan, terkait dengan persoalan ini Pemkab Halbar telah melaksanakan rapat internal dalam pembasan tapal batas antar wilayah Kecamatan/Desa yang dimana hal tersebut saat ini menjadi program utama Pemerintah dalam menyelesaikan setiap perkara/konflik terkait tapal batas wilayah, dan tujuannya untuk kepentingan banyak orang agar kedepannya tidak ada lagi perselisian antar warga.

“Saat ini pemerintah daerah sedang menindaklanjuti persoalan pemekaran kecamatan yaitu Kecamatan Jailolo yang mana dalam pemekaran tersebut Pemkab akan menindaklanjuti sekaligus dengan tapal batas antara Desa. Untuk itu, diharapkan warga masyarakat dapat bersabar,”pungkasnya.

Camat Jailolo, Hairudin Saifudin juga menambahkan, pada prinsipnya persoalan ini pihaknya akan berkonsultasi dengan instansi terkait, setelah itu akan dilaporkan kepada Bupati dan permasalahan ini dari Pemerintah Kecamatan akan menindaklanjuti.

“Saya juga baru dilantik beberpa waktu, sehinga harus mengikuti prosedur tentang penyelesaian tapal batas wilayah yang mana dalam permasalahan ini kita harus bersabar menunggu SK tim penyelesaian tapal batas yang dikeluarkan oleh dinas pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa,” ucapnya. (Jojo)

Komentar