oleh

Warga Falabisahaya Keluhkan TPA, ini Jawaban BLH Kepsul

SANANA- penumpukan Sampah yang terlalu berlebihan sehingga Warga di Desa Falabisahaya Kecamatan Mangoli Utara keluhkan Tempat pembuangan Akhirsampah (TPA) kepada pemda kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara untuk bisa menghadirkan solusi, Minggu (8/9/2019) kemarin.

Dengan sedemikin Salasatu Penasehat komunitas Fala Diving Comunite (FDC) Sofiyan Jamadi menyampaikan Falabisahaya adalah ibukota dari kecamatan Mangoli utara dan Desa fala juga memiliki lima dusun dan penyebaran penumpukan Sampah yang ada saat ini sebnyak 11 titik

“11 titik penumpunkan sampah tersebut terbagi dari 10 titik di darat yang menyebar di lima Dusun yang sentralnya di lapangan terbang dan 1 titik di bibir pantai desa fala, ungkap Sofyan kepada media ini lewat via telpon.

Dari pesoalan ini kami dari komunitas Fala Diving Comunite (FDC) selalu berkordinasi dengan pihak pemerintah Desa (Pemdes) dan pemerintah Kecamatan (Pemkec) namun menghasilkan solusi harus hadirkan TPA.

“maka dari itu kami dari pemuda dan Mahsiswa yang tegabung dalam FDC mengambil langkah tengah dengan mengangkat sampah untuk dinumpuk pada satu tempat lalu di bakar ungkap Sofyan.

Kami juga berharap semoga Masyarakat di Desa Fala peduli akan hal ini dan Pemda bisah menghadirkan sebuah TPA dan juga disetiap dusun-dusun memiliki tempat pembuangan sampah sementara sehingga efektifitas pembuangan sampah sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama, tutup penasehat FDC

dengan terpisah Kepala Bidang Amdal dan Tata Lingkungan Syahrul Husain menyampaikan Terkait Perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Kepsul terhadap Sampah di Falabisahaya, melalui Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan telah melakukan Sosialisasi di desa Fala.

“Sejak tahun 2017 sampai Dengan 2019, Terakhir di Bulan Maret Kemarin kami turun melakukan Sosialisasi persampahan untuk Mencari solusi penanggulangan Sampah di desa Fala.

Syahrul juga menyatakan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) kepsul siap membantu Pemerintah Desa dan Pemerintah kecamatan Untuk mendapatkan Bantuan Fasilitas TPA.

“asalkan ada Lahan Hiba dari Masyarakat, untuk Luas lokasi yg kami butuh agar menjdi sarana TPA adalah minimal 4 HA, apabila ada Lahan yg disiapkan oleh pemerintah kecamtan maupun pemerintah desa Maka kami langsung mengusulkan ke Bagian Pemerintah Setda Kab. Kep. Sula, Untuk dilegalisasi Lahan tersebut.

Lanjut Syahrul ketika lahan tersebut Sudah di legalisasi maka Kami DLHK akan menyiapkan sarana Penunjang Dan Untuk Oprasional TPA.

“Sementra untuk mengatasi Maslah Sampah di Desa Fala. DLHKP telah berupaya dan Memastikan di Tahun ini, desa fala akan mendptkan Bantuan Roda Tiga (kendraan Angkut Sampah) yg sehari dua sdh tiba di Sanana Kendraan tersebut adalah Bantuan Dari Kemntrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK, tutup kabid Amdal BLH kepsul. (Mr.f)

Komentar