oleh

Wawali Tikep Perintahkan Perketat Pintu Masuk

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mulai memperketat pintu masuk di setiap pelabuhan maupun perbatasan melalui jalur darat. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkot Tikep untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen menghimbau kepada seluruh masyarakat Tikep khusunya para pengguna transportasi baik laut maupun darat agar dapat bekerjasama.

“Juragan speedboat dan sopir angkot agar dapat bekerjasama dengan Pemkot untuk tidak memuat penumpang yang tidak memiliki persyaratan sebagaimana yang diatur dalam surat edaran gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 nomor 4 tahun 2020 tentang Kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19,” katanya saat memantau aktifitas di pelabuhan speedboat Sofifi, Kamis (14/5/2020).

Wawali juga meminta tim Covid-19 yang didalamnya tergabung jajaran TNI-Polri agar dapat menindak tegas bagi setiap warga yang masuk di Tikep tanpa menunjukan surat keterangan terkait dengan hasil rapid tes yang menunjukan dia negatif Covid-19, maka sudah harus dipulangkan kembali ke daerah asalnya.

“Begitu juga dengan warga Tikep yang apabila mau melakukan perjalanan keluar dari Tidore maka harus melengkapi persyaratan sebagaimana yang termuat dalam surat edaran tersebut,” tegasnya.

“Jika dia ASN, TNI atau Polri maka harus punya surat ijin dari atasannya dan harus menunjukan hasil rapid tes atau surat keterangan sehat beserta KTP, namun saya berharap untuk ASN yang dari Provinsi itu kalau bisa menetaplah di Sofifi, tidak usah bolak balik sofifi ternate,” sambungnya.

Selain melakukan pemantauan di pelabuhan spedboat Sofifi, Wawali juga memantau aktifitas perbatasan Tidore dan bebeberapa Kabupaten lainnya melalui jalur darat tepatnya di Desa Kaiyasa, Kecamatan Oba. Dalam pantauan tersebut, Wawali mengingatkan kepada petugas yang melakukan penjagaan agar terus memantau dan memperketat setiap orang yang masuk di wilayah Tikep.

“Penutupan akses masuk ini kita rencanakan selama 14 hari, ini dilakukan agar masyarakat kita bisa aman dari Covid-19. Sebab, penyebaran corona ini datangnya dari luar daerah yang terjangkit, dan saat ini Tidore juga sudah ada yang positif sehingga perlu untuk kita ikhtiarkan agar penyebarannya tidak meningkat,” pungkasnya. (Anty)

Komentar